SAYONARA…..
Perpisahan 2005/2006
Hajimemashite…. Readers Tika yang
cute-cute =) kali ini Tika akan mengajak teman-teman semua untuk
menyaksikan perpisahan kelas XII angkatan 17 yang diadakan pada
tanggal 18 Mei tahun 2006 ini.
Perpisahan
yang diadakan di Kafe Selebriti ini dimulai pukul 19.00, (ngaret 2 jam
dari waktu yang ditentukan, pukul 17.00, red!) Kamis kemarin
berlangsung dengan cukup meriah dan berjalan dengan lancar. Acara
dimulai dengan pengantar protokol acara perpisahan kelas XII dan
dilanjutkan doa pembukaan yang dipimpin oleh Bapak Yusuf Hardono.
Karena kecintaan kita terhadap bangsa Indonesia, para hadirin
menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dipimpin oleh Ibu Kristina
Tri.
Usai itu,
Bapak Antonius Bambang Sutrisno selaku ketua panitia memberikan kata
sambutannya.yang berisi ucapan terimakasih terhadap pihak-pihak yang
telah membantu terlaksananya kegitan ini dan pihak yangmembantu
menyelesaikan buku kenangan. Sebelum mendengarkan kembali kata
sambutan, semua tamu undangan dihibur dengan penampilan dari Vanila
band. Setelah itu Bapak Edy Wijaya, S.E, ketua FORDUDIXAGA memberikan
kata sambutan mewakili seluruh orang tua siswa kelas XII. Tidak hanya
memberikan kata sambutan saja, tetapi Pak Edy yang juga menyumbangkan
suara emasnya untuk dapat didengar oleh seluruh hadirin yang hadir.
Romo Frido Mulya, SCY juga hadir dan memberikan kata sambutan. Beliau
berharap setelah kakak kelas XII lulus nanti, mereka tetap dapat
meneruskan hidup mereka dengan sebaik-baiknya.
Kemudian
para hadirin dihibur dengan penampilan modern dance kelas XII
yang bernama Slam MIXX Dance (Para penonton gak ada yang
berkedip boo… Red). Kata sambutan ditutup oleh kata sambutan dari
Kepsek kita yang tersayang, Drs. St. Agus Yuswono, M.M.. Pak Yus juga
sekalian melepas bagde sekolah secara simbolis kakak-kakak kelas XII,
yang diwakili oleh Hendri Buana kelas XIIS1, dan Yenny Fedora Soekiman
kelas XIIA1.
Selesai
pelepasan secara simbolis, berbagai macam hiburan atraksi memeriahkan
acara, diantaranya band kelas XI, FRESH BAND, modern dance
kelas XI, Revolution Dancer, dan salah satu band kelas
XII yang sudah cukup beken, KBK Band. Karena cacing perut para hadirin
dan panitia udah pada missed call, maka Bapak I. Made Winastu
memimpin doa makan yang berjalan dengan hikmat. Pada saat makan malam,
para hadirin begitu antusias (karena kelaparan. hehe.. Red) untuk
mengantri layaknya kereta api (tut..tutt…tuttt….red). Penonton juga
dihibur oleh band-band papan atas (papan bawah ada nggak yah..red)
seperti Vanila Band, LVT band yang merupakan alumni sekolah kita, dan
KBK band. Sesudah menjawab missed-call cacing-cacing di perut,
hadirin mendapatkan kesempatan untuk memperoleh berbagai macam hadiah
(door prize) yang dipandu oleh duo Bapak Andreas Toni dan Sir Widi
yang kocak. Sebenarnya Tika juga mau hadiah-hadiah keren, voucher HP
Tika udah abis, trus kebetulan banget ada door-prize berupa voucher
Rp.100 dan Rp. 50 ribu. Tidak hanya voucher, tetapi juga ada rice
cooker, handphone, dan TV 14 inch (Tapi nggak ada satu pun
yang Tika dapet.. hueeehhh… ToT, red!)
Suasana
menjadi sangat cerah setelah temen-temen Tika dari OSIS/PPSK
menampilkan drama parody yang berjudul ‘Empat Bidadari’. Semua perut
penonton terkocok-kocok sehingga ada yang menahan tangis sambil
tertawa. Kembali KBK band menyanyikan lagu ciptaan mereka yang sudah
lumayan dikenal oleh manusia-manusia se-Xaverius 3 yang judulnya
‘Kugapai Dirimu’. Karena malam telah larut, akhirnya acara pelepasan
siswa-siswi kelas XII ditutup dengan doa penutup yang dipimpin oleh
Bapak Drs. Gatot Sutarno. Ditutup dengan acara bersalam-salaman dengan
para guru dan mengucapkan terima kasih. Dalam ajang kali ini digunakan
untuk meminta maaf atas segala kesalahan yang pernah di buat selama 3
tahun terakhir ini. Tika rasa, semua kakak-kakak kelas tiga banjir air
mata dech..(Tika juga lho..red) Selain kepada Bapak /Ibu guru,
siswa-siswi juga mengucapkan salam per-pisahan pada Romo, karyawan,
serta Panitia serta Undangan yang berdiri di depan panggung untuk
menerima ucapan selamat dan salam perpisahan.
Berita
perpisahan dari Tika udah selesai, Tika harap dengan membaca ini
kakak-kakak dapat terus mengenang sekolah kita ini. Selamat jalan
kakak-kakakku semua. Semoga berhasil dan sukses berkarya dalam
masyarakat. Jangan lupa ama Tika yach…. Sayonaraaaaa…….. =D (Majalah
Kartika/PiCan^Whi_Lo^)
Perpisahan 2003/2004
“Hanya doa teriring untuk kakak semua, semoga tercapai cita-cita dan bahagia”.
Sayonara kakak kelasku!! Mungkin itulah kalimat yang diucapkan untuk
kakak kelasku tercinta. Perpisahan ini diadakan pada hari Jumat
di Selebriti Kafe tanggal 14 Mei 2004. Acara ini dimulai pukul 17.30
WIB. Kakak kelas kita ini tampak begitu senang karena sudah selesai
berjuang dalam UAN. Acara ini dibuka dengan doa dan diteruskan dengan
kata sambutan Yongki, ketua OSIS/PPSK tahun 2003/2004. Kemudian
dari Kepala SMU Xaverius 3, Ibu M.M Suyati. Ibu Suyati berpesan
agar kakak-kakak kelas 3 yang sudah lulus ini bisa membawa nama
Xaverius 3. Xaverius 3 selalu terbuka untuk kakak kelas 3. Guru-guru
hanya bisa membimbing dan mengarahkan, selebihnya kakak-kelaslah
yang menentukan. Terkadang guru-guru marah, tetapi itu merupakan
salah satu wujud kasih sayang agar kakak kelas 3 menjadi lebih baik.
Juga ada kata sambutan dari Ketua FORDUDIKXAGA serta sambutan dari
wakil orang tua murid. “Dengan adanya FORDUDIKXAGA maka biaya
perpisahan kali ini bisa ditekan sampai 30 ribu perak per anak (anak
siapa itu.red). FORDUDIKXAGA akan lebih meningkatkan pelayanannya
untuk murid – murid.
Sebagai MC adalah Bayu dan Yenny, kedua-duanya dari OSIS/PPSK. Penampilan
mereka malam itu baik. Tidak terlihat gugup tetapi pengolahan kata-katanya
seperti di hapal. Namun tanpa mereka berdua, acara ini tidak bisa
seru (ah masa....red)
Perpisahan ini dimeriahkan dengan beragam acara misalnya Modern
Dance yang dibawakan oleh adik-adik kelas10 dan kakak kelas 2, selain
itu juga ada Break dance yang dibawakan oleh kakak kelas 3. OSIS/PPSK
tahun 2004/2005 juga tak mau ketinggalan. Mereka juga mengisi acara
dengan menyanyikan lagu perpisahan untuk kakak kelas 3 yang diselingi
baca puisi. Teks nya diambil dari lagu Sheila on 7 setelah diubah.
“Selamat tinggal cinta, ucapkan itu pada orang yang kau sayangi.
Selamat tinggal Xaveriusku tercinta, ucapkan itu pada teman dan
gurumu. Selamat tinggal” kata-kata itulah yang paling berkesan
dalam pembacaan puisi. Mereka berlatih selama 5 hari untuk memeriahkan
acara ini.
Guru-guru juga tak kalah meriahnya. Ada juga acara uji nyali dengan
Pak Tony sebagai Harry “Tony” Pantja dan korbannya adalah
salah satu vokalis band kelas 10 yaitu Tri Benediktus. Pak Tony
tanya “Kamu udah ada persiapan?” Tri menjawab “Ada!
9 tahun bersemedi” Langsung aja dengan suara yang lumayan
“Sembilan tahun lamanya.. “ Mereka berlatih untuk menjadi
AFI 1 (Akademi Fantasi Indoxaverius 3). Para komentatornya adalah
Pak Nunus “Mbak Iie”, Pak Waluyo “Kang Hari”,
dan Sir Widi “ “. sedangkan Mr Yoto menjadi Adi Nugroho.
Konser menuju puncak ini hanya terdiri dari 10 orang dan berpasang-pasangan.
Pasangan yang paling serasi adalah pasangan Sir Anton dan Ibu Ena.
Untuk kostumnya, mereka mengenakan pakaian sekolah (pakaian siapakah
itu?) hari Kamis. Mulai dari lagu Indonesia, Dangdut, Mandarin,
bahkan India. Mami Christina sebagai mawar yang menyanyikan lagu
dangdut “Cucak Rowo” sampai di uber-uber sama salah
satu kakak kelas yang ternyata fans beratnya mawar (Tika juga ngefans
lho).
Berhubung adanya gangguan telepon dan sms, maka dewan juri memutuskan
bahwa 10 orang tersebut tereliminasi. Konser ini ditutup dengan
lagu menuju puncak. Acara ini diakhiri setelah para guru, staf FORDUDIKXAGA
dan orang tua murid menyanyikan lagu perpisahan untuk mengantarkan
anak – anaknya yang tercinta untuk masa depan. Dan kemudian
acara ini ditutup dengan “Menangis Semalam” bahkan OSIS
pun bisa ikut terharu.
|